Peringati Tahun Baru Islam, Banhubda DIY & Paguyuban IKG Gelar Wayang Kulit “Gatotkaca Kendaga”

Jakarta (29/8/2021) kaperda.jogjaprov.go.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlangsung hampir 2 bulan sejak Juli 2021. Kegiatan masyarakat termasuk pementasan seni dan budaya juga terdampak dalam menekan laju penularan Covid-19 yang marak beberapa bulan ini. Penurunan level PPKM khususnya di wilayah Jabodetabek menjadi angin segar bagi pelaku seni dan budaya dalam menyelenggarakan kegiatannya.

Badan Penghubung Daerah DIY bekerjasama dengan paguyuban Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) menggelar Pergelaran Wayang Kulit pada Minggu (29/6) di Pendopo Anjungan DIY TMII. Pergelaran tersebut mengangkat cerita “Gatotkaca Kendaga” turut diramaikan oleh dalang asli Kabupaten Gunungkidul, Ki Kuat Hadi Samono dan tim, serta dapat disaksikan secara live streaming di channel YouTube Badan Penghubung Daerah DIY dan Eddy Sukirman TV.

“Kegiatan wayang kulit ini dilaksanakan berkat kerjasama yang baik dan aktif antara Badan Penghubung Daerah DIY dan paguyuban IKG. Di suasana pandemi seperti ini, tanpa dukungan dari Banhubda akan kesulitan menyelenggarakan pergelaran wayang dan kami haturkan terima kasih kepada Banhubda DIY”, kata Eddy dalam sambutannya

Pergelaran wayang IKG diselenggarakan dalam rangka Suronan dihadiri oleh segenap jajaran paguyuban IKG dan warga diaspora Kabupaten Gunungkidul yang ada di Jabodetabek.

“Acara ini diikuti oleh ketua bidang, ketua kapanewon (kecamatan) dan masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang berada di wilayah Jabodetabek. Pergelaran wayang kali ini menghadirkan dalang asli Gunungkidul, Ki Hadi Samono, Cerita Gatotkaca Kendaga yang diselenggarakan dalam rangka Suronan atau memperingati tahun baru Islam 1443 Hijriah”, tambahnya.

Kepala Badan Penghubung Daerah DIY, Nugrohoningsih, SIP mengungkapkan rasa syukurnya karena pergelaran wayang ini dapat terselenggara meski mengalami kemunduran jadwal akibat pemberlakuan PPKM.

“Kegiatan satu Suronan yang merupakan acara tahunan ini, akhirnya dapat kita laksanakan pada hari ini. Secara pribadi saya sangat prihatin karena acara tahunan ini baru terselenggara karena keterbatasan akibat PPKM. Tahun lalu malah kita tidak dapat melaksanakan acara seperti hari ini. Hampir setiap hari saya komunikasi dengan Taman Mini apakah sudah bisa dilaksanakan kegiatan di anjungan. Alhamdulillah 4 hari sebelum hari ini, izin itu diberikan dan hanya cukup untuk 30 orang saja yang hadir,” ungkap Nugrohoningsih.

Nugrohoningsih juga menyampaikan hubungan erat antara Badan Penghubung Daerah DIY dan IKG dapat dijaga dengan baik dalam menjalankan program kerja kedua organisasi tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Eddy dan seluruh jajaran IKG yang selalu membantu program-program yang ada di Banhubda. Semoga hubungan yang erat dan harmonis ini dapat kita jaga dengan sebaik-baiknya. Beberapa bulan yang lalu sebelum PPKM, telah dilaksanakan pameran di Transmart Cibubur yang pada waktu itu juga mendapat dukungan bagus dari IKG serta paguyuban-paguyuban lain yang ada di Jabodetabek. Untuk tahun 2022 insya Allah akan kami adakan lagi pameran diaspora yang dikhususkan untuk paguyuban IKG. Mari kita tata lagi dan mohon doanya semoga dikabulkan oleh Allah SWT melalui Paniradya Kaistimewaan Yogyakarta dan semoga Bapak Gubernur Jogja selalu mendukung kegiatan kita,” tutur Nugrohoningsih.

Bagikan di :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *